Rabu, 03 April 2013

PANDANGAN TENTANG KEBUDAYAAN BERDASARKAN BEBERAPA AHLI


Definisi tentang kebudayaan menurut pendapat para ahli sebagai berikut :

LARRY A. SAMOVAR & RICHARD E. PORTER

Kebudayaan dapat berarti simpanan akumulatif dari pengetahuan, pengalaman, kepercayaan,
nilai, sikap, makna, hirarki, agama, pilihan waktu, peranan, relasi ruang, konsep yang luas, dan
objek material atau kepemilikan yang dimiliki dan dipertahankan oleh sekelompok orang atau
suatu generasi.

LEVO – HENRIKSSON

Kebudayaan meliputi semua aspek kehidupan kita setiap hari, terutama pandangan hidup -
apapun bentuknya - baik itu mitos maupun sistem nilai dalam masyarakat

C.A VAN PEURSEN

Kebudayaan merupakan gejala manusiawi dari kegiatan berfikir (mitos, ideologi, dan ilmu),
komunikasi (sistem masyarakat), kerja (ilmu alam dan teknologi), dan kegiatan-kegiatan lain
yang lebih sederhana.

Dari beberapa pendapat para ahli saya dapat mengamsumsikan bahwa kebudayaan itu
merupakan sesuatu hal yang sangat erat hubungannya dengan masyarakat dan ini sudah di
wariskan dari generasi ke generasi. Kebudayaan pun sangat mempengaruhi pengetahuan
manusia, sehingga dalam kehidupan bermasyarakat dalam berperilaku, bersikap, dan segala
perbuatan itu selalu ada budaya di dalamnya. Hal ini dapat dilihat dari sikap atau cara berbicara,
berorganisasi, seni, dan dalam agama pun sudah ada budaya di dalamnya dan semua itu
merupakan warisan nenek moyang kita. Dan dalam kebudayaan pun sangat berkaitan erat
terhadap cara berkomunikasi walaupun berbeda budaya tetapi orang orang pasti berusaha untuk
menyesuaikan perbedaan perbedaannya dalam segi bahasa sehingga tercipta suatu interaksi
social {AKULTURASI}.

Dalam dunia aktivitas kerja di dalam kantor pun tanpa kita sadari budaya selalu melekat dengan
diri kita. Ini dapat dilihat melalui cara kita berhadapan dengan atasan atau bawahan. Pimpinan
jika berhadapan dengan bawahannya selalu nampak berwibawa dan itu merupakan suatu budaya
dalam memimpin dan pimpinan dan bawahan pun selalu berhubungan erat dengan budaya
organisasi, semisalnya mulai dari pintu masuk kantor, bertemu dengan karyawan, kolega dan
sampai masuk ruangan di meja pimpinan.
Budaya pun tidak dapat di lepaskan dari kehidupan kita sehari hari karena dari bangun tidur
hingga tertidur kembali budaya selalu ada. Hal ini di karenakan budaya merupakan sesuatu yang
mengenerasi yang telah di wariskan baik melalui pola tingkah laku, sikap, dan cara berpandang
atau berpikir oleh para leluhur kita, apalagi Indonesia mempunyai banyak kebudayaan, sehingga
segala sesuatu yang di kerjakan tidak lepas dari suatu kebudayaan.




Jadi kebudayaan itu merupakan sesuatu hal yang tidak dapat di lepaskan dari kehidupan
bermasyarakat karena telah mendarah daging terhadap pola berperilaku dan social kita. Dan
di abad modern ini banyak budaya yang selalu pro kontra terhadap beberapa aspek kehidupan,
apalagi pengaruh modernisasi yang selalu ada pro kontra terhadap budaya para leluhur kita.
Tetapi walaupun seperti itu budaya takkan pernah dilepaskan atau dibuang dari diri individu,
karena kembali pada hakikatnya budaya sesuatu yang sangat erat hubungannya dengan
masyarakat.

Pada era modernisasi sekarang arus informasi yang sangat cepat memungkingkan untuk
terjadinya suatu masuknya suatu kebudayaan asing tanpa filterisasi. Dan dari kebudayaan
asing itu tidak selamanya mengandung nilai nilai negative yang bisa mengancam eksistensi
kebudayaan local atau nasional, sehingga dalam hal ini di butuhkan suatu hal yang bisa di ambil
sisi sisi positif dari kebudayaan asing yang akan semakin memperkuat kebudayaan kita dalam
memajukan Negara. Sehingga kita dapat katakan bahwa pengaruh budaya dari luar atau budaya
asing akan berdampak negative atau positif kepada diri individu sejauhmana individu itu dapat
memilah dan mengadopsi budaya baru tersebut.

Melihat diri kita setiap detik pikiran bisa berubah dan terlebih dengan adanya provokasi suatu
keadaan yang memojokkan kita pada suatu keadaan yang melepaskan diri kita dari segala
sesuatu yang benar namun hal ini dapat kita hindari dari sejauhmana kita mampu bertahan dan
beradaptasi dari suatu keadaan tersebut atau dalam hal ini yang sering kita sebut sebagai suatu
budaya. Dan dalam kehidupan sehari hari dalam berbudaya haruslah bersikap professional,
proporsional dan akuntabel sehingga tidak merugikan bagi kita, orang banyak dan Negara.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar